Demikian dikatakan mantan Sekretaris Departemen Politik Partai Demokrat Solon Sihombing kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 17/8).
Hal itu ia katakan menanggapi berbagai kritik yang dilontarkan sejumlah partai dan pengamat atas pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin yang tidak menyentuh beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat.
Solon mengakui bahwa beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti penangkapan tiga pegawai kementerian Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia, tabung gas yang kerap meledak, dan anarkisme organisasi masyarakat tidak disinggung oleh Presiden. Namun, Solon memastikan, meski tidak diucapkan, semua hal tersebut secara diam-diam diselesaikan oleh pemerintah.
"Pak Presiden telah memerintah Pak Fadel dan Dubes Indonesia di Johor untuk menyelesaikan itu. Dan sekarang sudah dilepaskan. Masalah tabung gas, pemerintah juga telah mengurangi disparitas harga antara 3 kilogram dan 12 kilogram," jelas Solon.
Terkait dengan anarkisme ormas, Solon menegaskan, Presiden berkomitmen untuk membubarkan ormas bila menyalahi undang-undang. Makanya, lanjut Solon, SBY telah memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan dan Menteri Dalam Negeri untuk menangani ormas yang kerap anarkis.
"Tak ada yang tiba-tiba, semua diperbaiki secara pelan-pelan. Kalau memang tidak ada perubahan di tahun kedelapan atau kesembilan (masa jabatan SBY) barulah. Nanti rakyat juga pasti akan menilai," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: