Singgih Sanjaya adalah orang yang paling bertanggung-jawab dalam hal itu. Ya, Singgih adalah konduktor musik pengiring tersebut.
Saat ditemui selepas Upacara Kemerdekaan, dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta menjelaskan memang menggabungkan musik sebagai kesatuan utuh dalam acara kenegaraan memiliki tingkat kesulitan tersendiri
"Agak susah menggabungkan musikalitas seperti ini. Namun saya bersyukur semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang saya harapkan," ujarnya.
Singgih yang menjadi konduktor karena panggilan Kementerian Budaya dan Pariwisata juga mengaku sempat
nervous dalam melakukan tugas tersebut.
"Sempet
nervous, karena ini akan disorot oleh banyak negara. Dan ini kan tanggung jawab atas nama bangsa Indonesia," jelasnya.
Mengenai persiapan, Singgih mengaku melakukan latihan sejak lama.
"Latihan di Yogyakarta. Yang lama menggabungkan musik orkestra dengan yang diluar orkestra, yaitu vokal grup anak SMP, dan latihan dari tanggal 4 Agustus. Sementara latihan orkestra-nya hanya lima hari," lanjutnya.
Terlepas apa yang dirasakannya, Singgih menjelaskan ia sangat terharu bisa memimpin musik penggiring Upacara Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
"Pokoknya saya terharu," lanjutnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: