Muhammadiyah Minta Umat Islam Tak Perpancing Provokasi Pembakaran Al-Quran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 05 Agustus 2010, 12:33 WIB
Muhammadiyah Minta Umat Islam Tak Perpancing Provokasi Pembakaran Al-Quran
Jakarta, RMOL. Rencana sebuah komunitas gereja di Amerika Serikat, Dove World Outreach Center, menggelar 'Hari Pembakaran Al Quran Internasional' sebagai bentuk memperingati 9 tahun tragedi serangan 11 September 2001 disayangkan.

Mestinya, di saat upaya dialog antarperadaban dan antaragama digelar secara intensif belakangan ini hal itu tidak terjadi.

"Kami menyangkan, kenapa cara-cara yang buruk seperti itu dilakukan di tengah dunia yang saat ini menggelar dialog antarperadaban, antaragama, lintas agama. Harusnya digelar dengan cara-cara yang beradab," ujar Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 5/8).

Meski demikian, Haedar meminta umat Islam tidak terpancing dengan aksi tersebut. Bila umat Islam bereaksi dengan cara yang radikal, dia mengatakan, umat Islam dinilai tidak jauh beda dengan komunitas gereja tersebut. Dari itu, Haedar menyarankan umat Islam sebaiknya menyikapinya dengan cara-cara elegan-elegan.

"Kita harus melawannya dengan cara elegan. Misalnya, dengan cara menyuarakan aspirasi lewat tulisan atau dialog. Jangan menggunakan kekersan. Karena cara-cara seperti itu (pembakaran Al-Quran), tidak hanya dilawan umat Islam, tapi juga komunitas agama lainnya," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA