Bambang Eko menegaskan, pergantian Kapolri tidak berkaitan dengan upaya mempreteli atau melemahkan kelompok tertentu. Menurutnya, kondisi pemerintahan dan institusi tetap solid. Ia menyebut pergantian Kapolri merupakan bagian dari proses yang biasa.
"Enggak ada isu mempreteli-mepreteli enggak ada karena kita tetap solid, kok. Tidak ada kaitannya dengan dengan hal mempreteli. Itu itu pergantian biasa saja sebenarnya,” kata Bambang Eko kepada wartawan di Komplek, Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Belakangan, pergantian pucuk tertinggi Polri memunculkan spekulasi bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai menghilangkan pengaruh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Direktur Riset IndoStrategi Research Intelligence, Ali Noer Zaman, bahkan membaca pergantian tersebut sebagai indikasi dimulainya proses yang ia sebut sebagai "bersih-bersih geng Solo".
"Pergantian Kapolri merupakan indikasi dimulainya secara perlahan bersih bersih geng Solo. Hal itu dilakukan dengan memberi kewenangan yang lebih kecil pada Sigit Sulistyo. Ia diganti oleh Suyudi Ario Seto yang memiliki kedekatan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad,” ungkap Ali kepada wartawan, Jumat, 2 Oktober 2026.

BERITA TERKAIT: