Aksi tersebut diawali dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Azhar. Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Ketua Aksi Rakyat Bela Indonesia, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, gerakan tersebut lahir dari keresahan terhadap perkembangan situasi kebangsaan yang dinilai menggelisahkan.
Menurutnya, pembentukan ARBI merupakan hasil pertemuan sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) pada 5 November 2026. Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, Jimly Asshiddiqie.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ferry Juliantono, KH Zainuddin, Erick Yusuf, Widodo Muktiyo, Azizan, Syafi'i Muta'ali, Fathurrahman Mahfud, Adian Husaini, Muhammad Zaitun Rasmin, dan Aris Susanto.
Dalam struktur awal organisasi, Jimly Asshiddiqie ditunjuk sebagai ketua pembina, Ferry Juliantono sebagai ketua pengarah, sedangkan Bachtiar Nasir menjadi ketua pelaksana atau organizing committee (OC).
Bachtiar menegaskan, gerakan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam, meskipun pembentukannya diawali sejumlah ormas Islam. ARBI membuka ruang keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok perempuan.
"Kami tetap membuka semua jaringan terutama jaringan ibu-ibu demi menjaga keutuhan negara kita dan bangsa kita," kata Bachtiar dalam konferensi pers, dikutip Sabtu, 7 November 2026.
Dia juga berharap gerakan serupa dapat digelar di berbagai daerah dengan membawa semangat menjaga keamanan, keutuhan, serta tatanan kenegaraan Indonesia.
Dalam aksi akbar besok, ARBI akan menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah dan seluruh elemen bangsa. Pertama, mengajak seluruh rakyat Indonesia bersatu untuk membela Indonesia. Kedua, mengajak rakyat bersatu melawan pengkhianat bangsa dan negara.
Ketiga, melawan oligarki dan negara-negara asing yang menjadi pelindung oligarki. Keempat, menuntut pelaksanaan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 secara penuh dan konsisten.
Kelima, menuntut penegakan hukum sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) (terkait Gibran Rakabuming Raka) secara konsisten.
Bachtiar menegaskan, ARBI akan mengawal seluruh tuntutan tersebut hingga benar-benar terlaksana.
"Rakyat yang diwakili oleh Aksi Rakyat Bela Indonesia akan mengawal sampai ini terlaksana," tandasnya.
BERITA TERKAIT: