Forum Ekonomi RMOL
Forum Ekonomi Politik RMOL Mobile

Banjir Rendam 70 Ribu Tenda Pengungsi di Gaza

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 08 November 2026, 16:57 WIB
Banjir Rendam 70 Ribu Tenda Pengungsi di Gaza
Tenda-tenda milik warga Gaza terendam banjir (Foto: X)
Kecil Besar
rmol news logo Hujan deras yang mengguyur Jalur Gaza saat badai musim dingin pertama tahun ini menyebabkan sekitar 70 ribu tenda pengungsi Palestina terendam banjir.

Bencana tersebut terjadi hanya dalam waktu 12 jam sejak hujan mulai turun pada Sabtu, 7 November 2026, memperburuk kondisi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan akibat perang.

Kantor Media Pemerintah Gaza memperkirakan kerugian awal akibat banjir tersebut mencapai sekitar 3 juta dolar AS atau Rp54 miliar.

Selain merendam puluhan ribu tenda, hujan deras mengakibatkan sejumlah tembok bangunan runtuh dan warga mengalami luka-luka. Bangunan-bangunan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan Israel juga semakin terancam ambruk.

Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut Israel bertanggung jawab penuh atas bencana tersebut karena terus menutup perlintasan perbatasan dan menghalangi masuknya material tempat tinggal serta kebutuhan rekonstruksi. 

Mereka mendesak komunitas internasional dan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil tindakan untuk melindungi para pengungsi.

Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan menerima sekitar 1.500 panggilan darurat hanya dalam 10 jam setelah hujan mulai turun. Ketinggian air di sejumlah lokasi pengungsian bahkan mencapai 30-40 sentimeter. 

Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan beberapa pusat penampungan terendam sepenuhnya sehingga penghuninya terpaksa meninggalkan tempat tersebut. 

“Apa yang kami takutkan benar-benar terjadi. Beberapa pusat penampungan terendam banjir sepenuhnya, dan semua orang di dalamnya kini terpaksa mengungsi ke tempat yang tidak diketahui," dikutip dari Al Jazeera, Minggu, 8 November 2026.

Basal memperingatkan bayi prematur, lansia, dan orang sakit menjadi kelompok paling rentan menghadapi kondisi tersebut. 

Sementara itu, Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, mengatakan ruang gawat darurat rumah sakit tersebut sempat terendam dan tidak dapat beroperasi selama sekitar empat jam. 

Dia juga memperingatkan risiko meningkatnya penyakit pencernaan, pernapasan, dan infeksi kulit akibat bercampurnya air hujan dengan limbah.

Komite Darurat Gaza memperkirakan lebih dari satu juta pengungsi harus menghadapi musim dingin dalam kondisi memprihatinkan. Wilayah tersebut membutuhkan sekitar 200 ribu tenda tambahan beserta perlengkapan penghangat. 

Namun, Direktur Pertahanan Sipil Gaza, Raed al-Dahshan, mengungkapkan keterbatasan bantuan membuat petugas kesulitan menangani dampak banjir. 

“Pertahanan sipil tidak memiliki satu pun terpal atau tenda. Kami hanya berurusan dengan menyelamatkan nyawa, dan itu tidak cukup," ungkapnya.

Direktur Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina, Mohammed Salha, mengungkapkan hanya sekitar 180-200 truk yang memasuki Gaza setiap hari, jauh di bawah kesepakatan 600 truk dalam protokol kemanusiaan gencatan senjata.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 40 truk yang membawa bantuan kemanusiaan. Ia menyebut sekitar 50 ribu tenda masih tertahan di wilayah Mesir. 

"Kita tidak ingin bertindak setelah tenda-tenda terendam banjir. Kita harus bertindak sebelum bencana terjadi," pungkas Salha.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA