"Menurut saya, saat ini bukan stimulus ekonomi yang dibutuhkan, tapi strategi survival," kata Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS), Gde Siriana Yusuf di akun Twitternya, Senin (20/4).
Adapun strategi sirvival yang dimaksud adalah dengan memperlebar ruang fiskal melalui pemotongan pengeluaran rutin secara drastis.
"Pelebaran ruang fiskal ini agar bisa membantu masyarakat bertahan hidup dengan bantuan tunai. Kalaupun bantu bisnis, fokus pada usaha rumahan dan sektor UKM," jelasnya.
Bukan tanpa alasan kebijakan stimulus dinilai tak tepat. Sebab stimulus dengan nilai yang sudah ditentukan itu tak akan mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak.
"Dengan jumlah pengangguran dan setengah pengangguran mencapai 15 juta orang lebih (data BPS), plus PHK Covid-19 bisa 5 juta orang, tentu yang dibutuhkan lebih besar dari Rp 405 T agar dunia usaha mampu bangkit dan serap tenaga kerja lagi," lanjut Gde.
"Dengan dana stimulus terbatas, tentu harus dilakukan dengan
timing yang tepat agar tidak sia-sia," tandasnya.
BERITA TERKAIT: