"Ada kesan panik karena melihat elektabilitas yang makin longsor," kata Andrianto saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/2).
Ketimbang mengeluarkan jurus menyerang, saran dia, sebaiknya Jokowi fokus menjual kesuksesan kinerjanya selama 4 tahun ini. Bukan malah mengejar target dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang 'blubder".
"Sebaiknya dengan kapasitas yang kurang memadai, janganlah kejar target semata," sesalnya.
Jokowi, kata dia, terkesan memaksakan kehendak dengan menggunakan berbagai cara. Contoh, dengan pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir atas dasar kemanusiaan, yang kemudian malah diralat oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.
"Saya rasa ada problem terbesar di Presiden. Seperti kata Wiranto, seharusnya jangan grasa-grusu," katanya.
[wis]
BERITA TERKAIT: