Dalam rangka memenangkan pasangan nomor urut 01 di provinsi itu.
"Saat ini di Sumsel tren Pak Jokowi membaik, tren kita menaik sementara tren lawan menurun. Apalagi kampanye kita mulai 4 Februari ini mulai door to door, relawan door to door, TKD provinsi dan kabupaten door to door, seknas parpol koalisi juga door to door. Semua relawan itu juga sudah kita konsolidasikan, tinggal jalan," jelas Ketua TKD Sumsel Syahrial Oesman kepada wartawan, Senin (4/2).
Dia mengakui masih ada beberapa partai koalisi yang belum melakukan konsolidasi. Namun, secara keseluruhan, elemen pemenangan Jokowi-Maruf di Sumsel akan solid.
"Meskipun ada juga partai-partai yang belum konsolidasi karena kan banyak ada 10 partai. Kita sejauh ini total memiliki 140 relawan dari tingkat kabupaten sampai provinsi, dan itu dikoordinasikan oleh direktorat relawan provinsi. Jadi kita akan lebih bersinergi," beber Syahrial.
Menurutnya, isu harga karet dan isu agama menjadi materi penting dalam mengampanyekan Jokowi-Maruf di Sumsel.
"Kesulitan kita dalam pemenangan Jokowi di Sumsel ini ada di isu harga karet dan isu agama. Kalau isu agama itu sudah kita tahu sama-sama, masih saja ada yang bilang Pak Jokowi non muslim, Jokowi PKI, kan lama-lama terbukti tidak benar. Nah saya yakin di dua bulan terakhir ini isu-isu macam itu akan punah dan dan akan menghilang. Hilang bukan oleh kita sebagai tim pemenangan tapi hilang dengan sendirinya karena itu tidak benar. Terus isu kriminalisasi terhadap ulama itu juga akan terbantahkan dengan sendirinya, mereka akan dengan sendirinya menyadari," jelas Syahrial.
Hal positif yang akan disampaikan TKD Sumsel soal Jokowi adalah soal infrastruktur. Di mana, pembangunan jalan tol menjadi nilai plus dalam kampanye.
"Pembangunan jalan tol di Sumsel masyarakat mencicipi hasilnya. Apalagi nanti jika Tol Palembang-Betung jadi, Tol Muara Enim jadi itu akan menambah poin tersendiri dalam upaya pemenangan Jokowi," demikian Syahrial.
[wah]
BERITA TERKAIT: