Masker Pimpinan DPR Dagelan Tidak Lucu, Norak dan Kekanak-kanakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 30 Oktober 2015, 15:01 WIB
Masker Pimpinan DPR Dagelan Tidak Lucu, Norak dan Kekanak-kanakan
adian napituplu/net
rmol news logo Pimpinan DPR dikritik karena mengenakan masker saat sidang paripurna. Sikap Pimpinan DPR tersebut dinilai sebagai cara norak menunjukan solidaritas kepada korban asap.

"Sebagai legislator, pimpinan DPR seharusnya tidak perlu menunjukan solidaritas dengan cara yang norak dan kekanak-kanakan," kata Anggota Komisi II DPR itu, Jumat (29/10).

Adian mengatakan seharunya kepedulian DPR terhadap korban asap akibat kebakaran hutan ditunjukkan dengan merevisi undang-undang yang melegitimasi pembakaran hutan, salah satunya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, sikap pimpinan DPR yang mengenakan masker saat paripurna menjadi dagelan tidak lucu. Sebab, rakyat sangat tahu bahwa ketika hutan terbakar, para pimpinan parlemen justeru merasa lebih penting bertemu kandidat Capres AS Donald Trump dan berselfie ria dengan "cheer leaders" berok mini daripada meninjau lokasi kebakaran hutan.

Selain merevisi undang-undang, hal lain yang harusnya dilakukan oleh pimpinan DPR harusnya memperjuangkan anggaran yang lebih besar untuk mencegah kebakaran hutan di kemudian hari.

"Ketika pimpinan DPR menggunakan masker tapi berdiam diri terhadap beragam peraturan perundangan yang melegitimasi pembakaran hutan, tidak memperjuangkan anggaran untuk pencegahan dan penanganan asap, maka jelas bahwa apa yang dilakukan pimpinan DPR adalah memanfaatkan penderitaan rakyat korban asap untuk popularitas dirinya,' demikian Adian.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA