Menurut Fayakhun, pernyataan Zainuddin sebagai tipu muslihat dan opini menyesatkan.
"Pada saat sekarang, Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta sangat solid berada di bawah kepemimpinan HR Agung Laksono," tegas Fayakhun dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (25/6).
Menurut Fayakhun, klaim Zainuddin menyesatkan karena faktanya kader Golkar se-DKI Jakarta solid mendukung dirinya sebagai Ketua Golkar Jakarta, Agung Laksono sebagai ketua umum dan Zainuddin Amalie sebagai sekjen DPP.
Kesolidan kader beringin ibukota, kata doktor ilmu politik lulusan Universitas Indonesia ini, terlihat pada saat pelaksanaan Musda yang digelar di semua wilayah baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi yang digelar belum lama ini.
Semua kader dan pengurus memberikan dukungan yang besar dan sepenuh hati meskipun mereka mengalami tekanan, intimidasi dan teror.
"Mereka tidak terpengaruh dan tidak gentar untuk mensukseskan konsolidasi partai," katanya.
Menurut dia, perolehan suara Golkar yang menempati posisi tujuh besar di DKI pada Pemilu 2014 padahal secara nasional meraih dua besar, sangat memilukan semua kader. Semua kader sadar harus bangkit dan tidak ingin sejarah kelam Golkar dibawah kepengurusan periode 2010-2015 dimana Zainuddin menjabat sebagai Sekjen DPD I kembali terulang.
"Kepengurusan hasil Musda 2015 beserta semua kader sangat mengerti bagaimana merealisasikan tujuan mulia ini," imbuh Fayakhun.
Apakah ada yang tidak senang dengan soliditas dan antusiasme dari semua kader Golkar DKI Jakarta? Fayakhun mengatakan kondisi ini sangat tidak bisa dinafikan.
"Pasti ada, tapi semua kader Partai Golkar di DKI Jakarta tidak akan terpengaruh dengan tipu muslihat dan opini-opini yang menyesatkan dari "saudara sebelah". Semua kader akan fokus membangun konsolidasi partai hingga ke tingkat kelurahan dan RT RW demi mewujudkan cita-cita "meraih kejayaan di Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2019," tukas Fayakhun.
[dem]
BERITA TERKAIT: