Bahkan, tindakan tercela itu disertai cara mencatut nama dan melakukan pemalsuan tanda tangan Anies Baswedan, salah satu deputi tim transisi Jokowi-JK.
"Beredar penawaran partisipasi untuk menayangkan iklan ucapan selamat pada pasangan tersebut karena telah menjadi presiden dan wapres terpilih oleh sebuah oknum dengan mencatut nama dan melakukan pemalsuan tanda tangan saya," demikian Anies Baswedan dalam pernyataan resminya ke media, Kamis (4/9).
Mengetahui manipulasi fakta serta pemalsuan fakta dan tandatangannya, Anies mengecam keras tindakan tersebut.
"Penawaran itu sama sekali tidak benar. Kami tidak pernah meminta ataupun menawarkan dalam bentuk apapun partisipasi iklan. Kami saat ini berkonsentrasi dan berikhtiar untuk terus mendorong kemajuan pemerintahan dan demokrasi dalam proses transisi ini," terangnya.
Dia sangat menyesalkan ada pihak-pihak yang memancing di air keruh. Apalagi, menurut dia, pencatutan nama dan pemalsuan tanda tangan jelas melanggar hukum. Ia menegaskan, pihak yang menyalahgunakan nama tim transisi Jokowi-JK akan berhadapan dengan hukum.
Anies sendiri merupakan deputi tim transisi Jokowi yang sedang menyiapkan beragam isu dan strategi terkait permasalahan kesejahteraan masyarakat. Ia dan tim berharap agar dalam masa transisi pemerintahan ini terjadi saling sinergi antar pihak-pihak terkait untuk kemajuan pemerintahan ke depan.
[ald]