Jika Joko Widodo konsisten, maka Kabinetnya tidak akan lagi dibebani oleh kepentingan parpol, yang umumnya memandang kursi menteri sebagai akses untuk melakukan transaksi bagi tawar-menawar dengan sumber-sumber keuangan dan kekuasaan baik di Pusat maupun Daerah.
Demikian disampaikan pakar politik, Muhammad AS Hikam, di halaman facebook-nya beberapa waktu lalu mengomentari pemberitaan di situs berita ini.
Hikam mengkhawatirkan menteri dari parpol atau diusulkan parpol akan lebih fokus dengan pekerjaan terutama pada saat sangat diperlukan atau dalam kondisi yang sedang kritis.
"Pengalaman Pak SBY menunjukkan bahwa dua tahun sebelum Pilpres, para menteri dari parpol umumnya sudah malas-malasan dan tidak efektif bekerja karena sudah tidak lagi fokus dengan pekerjaan," ujarnya.
Perubahan yang digagas Jokowi harus didukung oleh masyarakat dan para pemilihnya. Parpol tidak bisa lagi menganggap kursi menteri sebagai hadiah tetapi harus sebagai amanah untuk memperjuangkan kemajuan bangsa dan NKRI.
"Kita lihat saja apakah Jokowi akan konsisten dengan prinsipnya atau akan berkompromi dengan PKB Imin," tandas Hikam.
[ald]