28 Karyawan Freeport Tertimpa Batu 500 Ton

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 22 Mei 2013, 21:07 WIB
rmol news logo Memilukan. Nyawa 28 orang karyawan yang terjebak di terowongan bawah tanah Big Gossan, Freeport, Papua tidak ada yang tertolong. Semua karyawan ini tewas karena tertimpa reruntuhan batu sebesar 500 ton dalam terowongan sedalam 2,5 kilometer dari permukaan.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto menerangkan, ruang QMS Annual Refresher sebenarnya ruang pelatihan. Ruang ini sangat aman karena terletak sangat jauh dari titik pusat penambangan.

"Ini bukan di lingkungan penambangan, tapi fasilitas pendidikan. Ini sangat di luar dugaan," ujarnya saat menghadap Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5).

Saat peristiwa, ada 38 karyawan yang sedang mengikuti pendidikan. Sebanyak 10 orang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan karena berada di dekat dinding, sehingga tidak tertimbun. Namun, 28 orang lainnya berada di tengah-tengah ruangan sehingga tertimbun. Evakuasi sudah dilakukan sejak Selasa (14/5) sampai Selasa kemarin, atau selama satu minggu dengan menggunakan alat canggih yang dimiliki Freeport. Sayang, 28 karyawan yang tertimbun tidak ada yang bisa ditolong.

"Hari-hari ini kami masih berduka. Keseluruhan karyawan sebanyak 28 orang meninggal. Pagi tadi, semua korban sudah diberangkatkan ke keluarga masing-masing. Sementera lima orang luka berat dirawat di RS Bintaro, dan 5 luka ringan dirawat di RS Tembaha Pura, dan sudah diizinkan pulang," jelasnya.

Saat proses evakuasi, kata Rozik, Presiden SBY sempat menelponnya sebanyak dua kali. SBY meminta proses evakuasi dilakukan seperti regu penyelamat di Chile satu tahu lalu.

"Kami katakan kasusnya beda. Di sini, terbun. Sementara di Chile, masih ada ruangan, hanya pintu keluar yang tertutup," imbuhnya.

Atas peristiwa ini, Freeport akan me-review dan melakukan cek ulang terhadap semua terowongan yang panjangnya mencapai 250 kilometer. Selama proses pengecekan dan perbaikan, aktivitas pertambahan dihentikan. Namun Freeport memastikan tetap memberikan gaji kepada semua karyawan seperti biasa.

Untuk para korban, Freeport berjanji akan memberikan santunan sesuai perundang-undangan plus menanggung biaya pendidikan anak korban sampai lulus perguruan tinggi.

"Kami juga memberi kesempatan apabila di kalangan keluarga korban ingin jadi karyawan di Freeport, akan kami prioritaskan," tandasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA