Angka tersebut merupakan perolehan yang cukup positif di tengah gejolak ekonomi dan lingkungan pasar yang penuh tantangan.
CEO Ford Motor, Jim Farley, mengatakan ia bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, tidak banyak produsen mobil yang dapat mengklaim keberhasilan serupa di Tiongkok. Farley mengaitkan sebagian dari keuntungan ini dengan ekspor kendaraan seperti Lincoln Nautilus, yang diproduksi di Tiongkok khusus untuk pasar seperti Amerika Serikat.
Strategi ini mencerminkan pendekatan "aset ringan" Ford yang terus berkembang di Tiongkok, yang sebelumnya ditekankan Farley sebagai komponen utama keberhasilan perusahaan di kawasan tersebut.
"Saya senang mengatakan bahwa Ford menghasilkan uang di Tiongkok, dan saya sangat bangga akan hal itu, karena tidak banyak [produsen mobil] yang dapat mengatakan hal itu," kata Farley setelah peluncuran kendaraan untuk Detroit Auto Show, dikutip dari
CNBC, Sabtu 11 Januari 2025.
Tiongkok telah menjadi pasar yang semakin menantang bagi para produsen mobil, terutama perusahaan-perusahaan lama dari negara barat seperti Ford dan General Motors.
Ford tidak melaporkan pendapatan berdasarkan wilayah, tetapi Farley sebelumnya telah memuji strategi "aset ringan" perusahaan yang terus berkembang di Tiongkok.
BERITA TERKAIT: