President Director BMW Group Indonesia Karen Lim mengatakan, kesuksesan BMW i8 yang diluncurkan di GIIAS tahun lalu menunjukkan posisi BMW Indonesia dalam hal inoÂvasi dan teknologi masa depan. "Oleh karena itu, BMW IndoÂnesia hadirkan BMW i3 untuk semakin menunjukkan pentingÂnya solusi mobilitas elektrik bagi Indonesia," kata Karen di booth BMW di ICE, BSD, Tangerang Selatan, kemarin.
Karen mengatakan, BMW i3 memiliki konsep yang sama denÂgan BMW i8. Kedua kendaraan ini menggunakan mesin listrik, setiap proses dan bahan yang digunakan dalam produksi berÂorientasi pada konsep kendaraan masa depan.
Semua proses dilakukan tanpa menghilangkan esensi penting dari setiap kendaraan BMW, yakni sport dan kualitas preÂmium. "BMW i3 yang hadir di GIIAS2017 membawa baterai listrik sebesar 94ah dan dilengÂkapi mesin listrik yang dapat diÂgunakan sebagai penambah jarak tempuh (REx)," kata dia.
BMW i3 dibangun mengguÂnakan struktur LifeDrive ArchiÂtecture sebagai dasar. Mobil full electric ini memiliki dimensi panÂjang 3.999 milimeter, lebar 1.775 mm, dan tinggi 1.578 mm.
Dengan teknologi BMW eDrive, motor listrik BMW i3 ini bertenaga 170 Tk dan torsi 250 Nm. Mesin ini disandingkan denÂgan transmisi otomatis percepatan tunggal dengan rasio tetap.
Motor listrik mampu membuat i3 berakselerasi dari titik nol ke 100 km per jam dalam waktu 8,1 detik, sebelum sampai pada kecepatan maksimal 150 km per jam.
Namun demikian, dijelaskan Jodie O' tania, Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia, BMW i3 belum akan dijual dalam waktu dekat. BMW masih menunggu kesiaÂpan infrastruktur seperti stasiun pengisian baterai serta regulasi umum terkait mobil listrik.
"Strateginya mirip seperti i8 beberapa tahun lalu. Jadi diperÂkenalkan dulu baru nanti akan dijual kalau sudah memungkinkÂan, semisal kalau ketersediaan infrastrukturnya, baik dari kami dan pemerintah, sudah ada," terang Jodie, di kesempatan yang sama. ***
BERITA TERKAIT: