Presiden Direktur ADM, Sudirman MR mengatakan, Astra Daihatsu Motor telah menanamkan dana investasi sebesar Rp 1,1 triliun untuk meluncurkan produk hasil koÂlaborasi terbarunya itu. Dana tersebut belum termasuk untuk penambahan layanan penjualan dan purna jual.
Acara peluncuran dilakukan di Karawang Assembly Plant, Karawang Timur, Jawa Barat, kemarin. Dalam acara ini hadir Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Managing Officer Toyota Motor Corporation HiÂroyuki Fukui.
Produk baru ini merupakan kerja sama Toyota dan Daihatsu yang keempat dan model kedua program
Low Cost Green Car (LCGC) setelah Daihatsu Ayla dan Toyota Agya. Sebelum itu, kedua perusahaan itu juga berkolaborasi menghasilkan Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza, serta Daihatsu Terios dan Toyota Rush.
"Kami percaya apa yang kami lakukan ini akan berkontribusi positif pada perekonomian bangÂsa pada umumnya dan indusÂtri otomotif pada khususnya," ujarnya.
Menurut dia, dengan ToyÂota Calya dan Daihatsu Sigra akan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap mobil
multi-purpose vehicle (MPV) serta membantu perekonomian nasional saat ini.
Sudirman memastikan, kedua perusahaan akan terus berinoÂvasi untuk menghasilkan produk berkualitas yang ramah lingÂkungan sesuai dengan kebutuÂhan masyarakat Indonesia. Ia mengharapkan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra mendapat reÂspons positif dari masyarakat.
"Kami optimistis pasar otoÂmotif Indonesia akan terus menÂingkat pada masa-masa mendaÂtang. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi otomotif di IndoneÂsia," katanya.
Dia menambahkan, proyek kolaborasi ini telah meningkatÂkan investasi dan lapangan kerja. Tingkat Kandungan Dalam NegÂeri (TKDN) Toyota Calya dan Daihatsu Sigra sudah mencapai 94 persen.
Dalam proyek ini, perseroan melibatkan 178 pemasok lokal untuk komponen tingkat perÂtama dan 890 pemasok lokal untuk komponen tingkat kedua. "Komponen lokalnya sudah sangat tinggi," tukasnya.
Managing Officer Toyota Motor Corporation, Hiroyuki Fukui mengatakan, selama 13 tahun Daihatsu dan Toyota telah menorehkan sejumlah catatan keberhasilan dalam melahirkan produk kolaborasi. "Sigra dan Calya diharapkan bisa melanjutÂkan kesuksesan itu," ujarnya.
Dia menargetkan, ekspor pada 2016 mencapai 8.000 unit. Dengan peluncuran produk terbaru ini, menunjukkan perÂbedaan yang dilakukan oleh kedua pabrikan Jepang ini. "Kami yakin ini kedua produk ini menjadi brand value kami," pungkasnya.
Lalu berapakah harga jual kedua produk tersebut? Daihatsu Sigra dibanderol mulai dari Rp 149 juta, sedangkan Toyota CaÂlya seharga Rp 129 juta hingga Rp 150 juta-an. Harga ini paling tinggi dibanding dengan mobil murah sejenis lainnya.
Menteri Perindustrian AirÂlangga Hartato mengatakan, peluncuran produk kolaborasi Toyota dan Daihatsu ini menÂingkatkan investasi dan lapanÂgan perkerjaan baru. Dia juga mengimbau, kedua perusahaan otomotif tersebut untuk meningÂkatkan kualitas dan penggunaan komponen lokal.
Ke depan diharapkan untuk program sejenis, industri-industri otomotif terus menggandeng lKM (Industri Kecil dan MeÂnengah) dalam menciptakan produk barunya sebagai pemasok komponen.
AkuisisiToyota Motor Corporation (TMC) akhirnya menguasai 100 persen saham, Daihatsu Motor Company (DMC) di Tokyo, Senin (1/8). Akuisisi ini menjadi langkah strategis Toyota untuk mengusai pasar Asia, khususnya kendaraaan kecil dan murah.
Dikutip dari Nikkei, Presiden Daihatsu Masanori Mitsui menÂgatakan, akuisisi ini merupakan babak baru dari sejarah panjang Daihatsu yang sudah berusia 109 tahun dalam menyasar pasar Asia Tenggara, apalagi di sana ada negara pasar penting Daihatsu, yaitu Indonesia dan Malaysia.
Kebijakan ini, akan meningkatkan kerja sama yang lebih erat dengan Toyota untuk memÂbantu Daihatsu dalam dalam menguasai pasar global, selain Asia Tenggara. ***
BERITA TERKAIT: