Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Minggu, 25 Oktober 2026, 10:01 WIB
Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ikut serta Jakarta Running Festival (JRF) 2026. (Foto: PPID)
Kecil Besar
rmol news logo Penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 hari kedua pada Minggu, 25 Oktober 2026, berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi kualitas penyelenggaraan JRF 2026 yang memberikan kesan positif, serta dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan ajang lari di Indonesia.

“Menurut saya ini bisa menjadi role model maraton ataupun half marathon maupun 10 kilo, 5 kilo yang ada di Indonesia. Dan sekali lagi saya ingin menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada Jakarta Running Festival atas penyelenggaraan yang sungguh sangat baik dan berkesan. Yang luar biasa cheering-nya itu sepanjang jalan enggak berhenti-berhenti," ujarnya.

Ajang lari yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, ini turut menarik perhatian pelari dari berbagai negara.

Pramono yang turut ambil bagian dalam kategori 10 kilometer (10K) berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 1 jam 49 menit.

Ia mengungkapkan, catatan waktu yang diraihnya kali ini masih berada di atas rekor pribadi yang pernah dicapai sebelumnya, yakni 1 jam 32 menit.

Meski belum berhasil memecahkan rekor pribadinya, Pramono mengaku menikmati jalannya perlombaan, terutama berkat dukungan dan semangat masyarakat yang memadati sepanjang rute lari.

“Memang hari ini tidak memecahkan rekor, Nggak PB (personal best), dulu 1 jam 32. Saya sebenarnya kalau mau jujur sudah ngos-ngosan. Tetapi karena yang membuat semangat pertama cheering-nya, yang kedua memang yang minta foto banyak banget. Tapi saya sungguh-sungguh menikmati dan selamat kepada JRF,” ungkapnya.

Pramono juga menyoroti kondisi kualitas udara saat perlombaan dimulai yang menurutnya berada di angka 65–66. Ia menilai upaya menjaga kualitas udara menjadi hal penting dalam mendukung kenyamanan masyarakat saat berolahraga di Jakarta.

“Banyak sekali yang mengucapkan terima kasih karena udaranya yang sangat baik, dan juga pelaksanaannya berlangsung dengan tertib. Saya mengucapkan terima kasih karena udaranya yang sangat baik, dan juga pelaksanaannya luar biasa,” ucapnya.

Sebelum mengikuti kategori 10K, Pramono tiba di kawasan GBK pada pukul 03.38 WIB. Ia tampil mengenakan pakaian serba hitam, mulai dari topi, kaus, hingga celana training, dengan sepatu berwarna putih.

Di bagian dada kausnya terpasang BIB (Body Identification Number) atau nomor dada bertuliskan ‘DKI 1’. Pramono mengungkapkan bahwa persiapannya untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup singkat karena waktu istirahatnya terbatas menjelang perlombaan.

“Persiapannya saya sebenarnya semalam pengin tidur jam 9.00, tapi mungkin baru tidur jam 1.00 jam 3.00 sudah bangun karena flag off jam 4.00 pagi tadi,” katanya.

Selain mengikuti kategori 10K, Pramono juga melakukan flag off atau pelepasan peserta kategori full marathon bersama Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Tigor M. Tanjung; Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa, Dickie Widjaja; serta Race Director myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Donny Tjahyadikarta. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA