Hal ini diutarakan Dani saat acara Silaturahmi Kumpul Bareng Masyarakat Tanah Abang (Sikumbang) di antaranya tokoh dan pejabat yang hadir yakni KH Syukur Yakub, Wakil Ketua DPRD Jakarta Lulung Lunggana dan M Yusuf bin Muhi alias Bang Ucu.
"Mumpung momennya bagus dan semuanya kumpul, ayo kita bahas persoalan penertiban PKL di wilayah kita dengan melihat arogansi Wakil Gubernur Ahok dalam menyikapi penertiban PKL ini. Kalau memang merugikan kita sebagai warga Tanah Abang musti bersikap," tegas Dani dalam siara pers, Senin (19/8).
Lanjut Dani, harus diakui penertiban PKL berimbas pada warga Tanah Abang, apalagi terkait rencana Pemprov DKI menutup tempat pemotongan hewan (TPH) kambing.
"Coba kalau ditutup, warga Tanah Abang yang bekerja di sana kemana lagi mereka harus kerja. Sekarang katanya tidak jadi ditutup cuma mau dipindah tempatnya, tapi belum dipastikan tempatnya. Baru beredar katanya, katanya," cetus Dani lagi.
Patut diingat, RPH kambing sudah menjadi ciri khas dari Tanah Abang yang biasa disebut Tenabang, selain ilmu silatnya.
"Kalau tempat jagal di Tenabang ini dihilangkan berarti Pemprov sudah menghilangkan tradisi yang ada di Tanah Abang," tegasnya.
Didasari kondisi ini pula, ia menduga ada balas dendam di balik penertiban PKL Tanah Abang. Sebab seperti diketahui, suara Jokowi-Ahok saat Pilkada Jakarta 2012 lalu terbilang kecil di Kecamatan Tanah Abang.
"Saya pribadi menduganya ke arah sana. Melihat persoalan saat ini dan yang akan terjadi mendatang di Tanah Abang, saya minta warga Tanah Abang tetap bersatu dan tetap menjalin ukhuwah islmiyah," imbuh Dani
.[wid]