"Jadi ke puskesmas mendaftarnya tidak ke kelurahan. Pendistribusian KJS ini juga memang dari sini, itu arahan dari dinas. Tidak melalui RT, RW. Kita sesuai acuan saja," terang Sudahim di hadapan peserta acara Sosialisasi KJS di Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat.
Jarak puskesmas sendiri tidak begitu jauh, hanya 10 meter dari kantor Kelurahan Kalianyar. Sudahim yang tampak mengenakan batik warna coklat menjelaskan, hingga kini pihaknya masih membuka pendaftaran KJS yang dikhususkan untuk warga kurang mampu. Sedikitnya 20 orang tiap harinya yang mendaftarkan diri untuk KJS di Puskesmas Kalianyar.
"Kalau keseluruhan bisa sampai ribuan yang mendaftar, tapi itu urusan dinas saja, saya hanya mengirimkan data ke dinas," tutur staf administrasi Kelurahan Kalianyar ini kepada
Rakyat Merdeka Online di kantornya, Kamis (4/7).
Terkait kemungkinan penerima KJS membludak, menurut dia, seharusnya hal itu menjadi tanggung jawab wilayah yang verifikasi.
"Tapi ini yang verifikasi orang dinas. Kalau di Gakin dulu ada tim verifikasi untuk tahu dia layak atau tidak pake KJS," katanya mengakhiri.
[wid]
BACA JUGA: