Evakuasi dipimpin langsung Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Proses tersebut turut disaksikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan, Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, serta perwakilan BNPB Brigjen TNI Asep.
Berdasarkan keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), sebelum jenazah dievakuasi, tim gabungan terlebih dahulu membalikkan badan helikopter yang berada di dasar perairan. Proses dilakukan dengan bantuan kapal tugboat yang menarik badan helikopter agar tim penyelam dapat menjangkau dan mengevakuasi korban dari dalam badan pesawat.
Proses pencarian dan evakuasi berlangsung di tengah kondisi alam yang cukup berat. Arus perairan yang kuat, air keruh dan berlumpur, minimnya pencahayaan, hingga tumpahan minyak di sekitar lokasi menjadi kendala bagi tim penyelam.
Meski menghadapi berbagai hambatan, koordinasi dan kerja sama seluruh unsur gabungan membuat proses evakuasi dapat diselesaikan.
Setelah ditemukan, jenazah Sertu Heri langsung dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung untuk selanjutnya dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang.
Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, seluruh korban kecelakaan helikopter MI-17V5 TNI AD telah berhasil dievakuasi.
Sebelumnya, jenazah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Jawa Barat. Sementara Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizky Hartio dimakamkan di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 5 November 2026.
BERITA TERKAIT: