Helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut mengalami kecelakaan saat menjalankan operasi pengeboman air atau water bombing di kawasan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, helikopter tersebut membawa tiga orang kru penerbangan.
"Berdasarkan laporan awal, kondisi terakhir 3 orang kru berhasil dievakuasi dan unit heli sudah dievakuasi ke pinggir sungai," kata Berton saat dikonfirmasi RMOL, Minggu siang, 8 November 2026.
Berton menjelaskan, helikopter tersebut terjatuh di Sungai Barito di Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala pada pukul 11.58 WITA.
Dalam laporan tersebut dijelaskan, insiden terjadi ketika helikopter melakukan manuver setelah mengambil air menggunakan bambi bucket di sungai.
"Tampak pada tangkapan video amatir helikopter kehilangan kendall saat bermanuver setelah mengambil air dengan bambi bucket di sungai," jelas Berton dalam siaran rilisnya.
Helikopter dengan nomor seri atau Manufacturer Serial Number (MSN) 2878 itu merupakan armada milik swasta yang dikontrak BNPB untuk mendukung operasi pengeboman air.
Di Indonesia, helikopter tersebut kerap digunakan untuk mendukung berbagai misi penanggulangan bencana BNPB. Catatan rute penerbangannya meliputi Banjarmasin, Pontianak, dan Surabaya.
Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi disebut telah menerima laporan pendahuluan mengenai insiden jatuhnya helikopter tersebut.
Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lokasi kejadian. BNPB juga tengah menyusun laporan lengkap mengenai kronologi dan penyebab pasti kecelakaan.
"Laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: