Kondisi air yang sangat keruh dan berlumpur membuat jarak pandang para penyelam sangat terbatas, ditambah gelombang yang cukup besar.
"Memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, lumpur, berlumpur. Sehingga kemarin juga dicoba dimasukin sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut,” ujar Menteri Kehutana Raja Juli Antoni di Bandara Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah, Jumat, 6 November 2026.
Selain jarak pandang yang terbatas, proses evakuasi juga menghadapi kondisi ombak yang besar. Kedua kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diperhitungkan dalam upaya penyelamatan korban dan evakuasi badan heli.
Meski demikian, tim penyelam telah dibekali informasi mengenai kondisi dan struktur helikopter. Tim telah memiliki gambar dan video Helikopter Mi-17 sehingga para penyelam dapat mempelajari posisi pintu, pintu darurat, hingga mekanisme pelepasan sabuk pengaman sebelum kembali melakukan proses evakuasi.
“Namun tadi sudah disampaikan kita sudah memiliki gambar dan video Heli Mi-17 ini. Jadi nanti para penyelam sudah diberikan pengetahuan yang cukup di mana pintu yang bisa dibuka, di mana pintu darurat yang bisa dibuka dan bagaimana cara melepaskan sabuk dan sebagainya,” ujarnya.
Menhut meminta doa agar seluruh proses evakuasi dapat berjalan maksimal. Ia menegaskan proses tersebut dilakukan secara bersama-sama di bawah koordinasi seluruh unsur terkait dan merupakan bagian dari perintah Presiden untuk memaksimalkan proses evakuasi dan penyelamatan.
BERITA TERKAIT: