Aksi ini memicu kecaman warganet karena ancaman terhadap kelangsungan hidup satwa liar di habitat hutan. Sorotan publik pun mengarah pada nasib kuskus Waigeo, salah satu mamalia berkantung endemik Indonesia yang hidup di kawasan Papua Barat.
Hewan dengan nama ilmiah
Spilocuscus papuensis ini dikenal memiliki karakter unik sekaligus peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Fakta Menarik Kuskus Waigeo, Hewan Endemik Papua Barat
1. Karakteristik Totol Hitam yang Unik
Kuskus Waigeo memiliki ciri fisik khas berupa bulu putih keabu-abuan dengan totol-totol hitam. Menariknya, pola totol setiap individu berbeda-beda, menyerupai sidik jari manusia.
Wajahnya berwarna oranye dengan pupil mata vertikal seperti kucing, yang membantu penglihatan di kondisi minim cahaya. Sebagai anggota keluarga
Phalangeridae, kuskus ini dilengkapi kuku kuat dan ekor prehensil berwarna oranye yang berfungsi untuk mencengkeram dahan saat berpindah di pepohonan.
Panjang tubuh jantan berkisar 497?"560 mm, sedangkan betina sekitar 472 mm, dengan berat mencapai 2,65 kg.
2. Habitat di Berbagai Tipe Hutan
Sesuai namanya, kuskus Waigeo berasal dari Pulau Waigeo di Papua Barat. Mereka hidup di berbagai jenis hutan, mulai dari hutan primer, hutan sekunder, hutan mangrove, hingga hutan pegunungan.
Kuskus ini termasuk omnivora dengan makanan berupa buah, daun, bunga, serangga, hingga hewan kecil seperti anak burung dan reptil. Meski lebih sering berada di atas pohon, mereka sesekali turun ke rongga pohon atau celah batu untuk mencari makanan tambahan dan menandai wilayah.
3. Hewan Pemalu dan Soliter
Kuskus Waigeo dikenal sebagai hewan yang pemalu dan cenderung hidup menyendiri. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon dan jarang terlihat oleh manusia.
Namun, sifat ini bisa berubah jika merasa terancam. Kuskus dapat menjadi agresif untuk mempertahankan wilayahnya, terutama dari sesama jantan yang mencoba masuk ke area kekuasaannya.
4. Aktif di Malam Hari (Nokturnal)
Kuskus Waigeo merupakan hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Kemampuan ini didukung oleh pupil mata vertikal yang memudahkan mereka melihat dalam gelap.
Dengan bantuan kuku dan ekor
prehensil, mereka dapat bergerak lincah di antara ranting-ranting pohon untuk mencari makan saat malam tiba.
5. Status Rentan Terancam Punah
Saat ini, kuskus Waigeo berstatus Vulnerable atau rentan punah. Ancaman terbesar berasal dari deforestasi akibat pembukaan lahan, termasuk perkebunan sawit, yang mengurangi habitat alami mereka.
Selain itu, persebaran yang terbatas dan sulitnya pendataan populasi membuat keberadaan satwa ini semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan kuskus Waigeo sebagai satwa yang dilindungi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.
BERITA TERKAIT: