Bertepatan Hari Ibu, Yayasan Runata Teken MoU Pembukaan Program Magister Dengan Universitas Sahid Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 23 Desember 2020, 01:14 WIB
Bertepatan Hari Ibu, Yayasan Runata Teken MoU Pembukaan Program Magister Dengan Universitas Sahid Jakarta
Yayasan Runata kembali bekerjasama dengan Yayasan Sahid Jaya melalui penandatanganan MoU penyelenggaraan Pendidikan Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta/Ist
rmol news logo Yayasan Runata kembali bekerjasama dengan Yayasan Sahid Jaya melalui penandatanganan MoU penyelenggaraan Pendidikan Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta di Kampus Roxy, Grogol.

Adapun program magister yang akan dibuka yaitu Magister Manajemen dan Magister Ilmu Komunikasi. Penerimaan mahasiswa baru akan mulai dibuka untuk tahun ajaran 2021/2022.

Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, Prof. Nugroho BS. Sukamdani dalam sambutannya menegaskan, bahwa Gedung Runata yang berlokasi di Jakarta Barat merupakan wilayah yang cukup representative dan berada di lokasi yang strategis.

"Kampus Roxy, Grogol telah memiliki fasilitas yang mendukung untuk penyelenggaraan program magister dan juga berdekatan dengan beberapa universitas ternama di Jakarta," kata Prof. Nugroho, Selasa (22/12).

Nugroho menambahkan, pendidikan di Kampus Roxy akan diarahkan untuk membentuk ekosistem pendidikan yang berciri jiwa bisnis atau entrepreneurship.

Adapun target market untuk program SekolahPascasarjana Sahid di Kampus Roxy ini adalah selain untuk pengembangan aspek manajerial dan bisnis dari skill yang sudah diperoleh alumni Politeknik Sahid Kampus Roxy dari Program Sarjana Terapan (vokasional) yang tertarik melanjutkan studi.

"Bisa juga untuk karyawan ataupun professional yang ingin meningkatkan karir ataupun mengembangkan diri lebih lanjut," ujarnya.

Sementara Direktur Pasca Sarjana Univ Sahid Jakarta, Marlinda Irwanti Poernomo menyampaikan, bahwa penyelenggaraan program pascasarjana di Usahid memiliki proses pembelajaran yang interaktif, dan menggunakan sistem blended learning, di mana pembelajaran dilakukan secara tatap muka langsung dan virtual.

Sehingga, diharapkan dapat memberikan kemudahan berbagai pihak melalui alternative pilihan media dialog.

"Di masa pandemi Covid-19, pendidikan bisa menjadi investasi karena dunia akan berubah dengam pesat begitu juga diharapkan kompetensi dan kapabilitas akan menjadi kekuatan dengan teknologi informasi yang semakin pesat," kata Marlinda.

Menurutnya, kampus Roxy mengambil peluang tersebut dengan menitikberatkan pada lulusan yang mempunyai kompetensi di bidang kewirausahaan tidak hanya sekedar teori. Tetapi, implementasi akan diperkuat dengan kuliah-kuliah dari pakar atau ahli di bidang kewirausahaan.

"Jadi magister manajemen atau komunikasi yang menjadi lulusan kampus Roxy, siap menjadi pengusaha-pengusaha baru yg menguasai manajemen dan digital, jadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk menguasai dunia usaha di era digital," tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA