Pengadaan Vaksin Covid-19 Tak Boleh Jadi Lahan Korupsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 17 Desember 2020, 12:43 WIB
Pengadaan Vaksin Covid-19 Tak Boleh Jadi Lahan Korupsi
Vaksin Covid-19/Net
rmol news logo Pengadaan vaksin Covid-19 tidak boleh dijadikan lahan untuk memperkaya diri dengan korupsi. Hal tersebut juga sudah diwanti-wanti oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mantan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) Pusat, Teddy Setiawan mengingatkan, saat ini, hampir semua negara berlomba mendapatkan vaksin.

Tapi negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Inggris, China, Australia, hingga Singapura sudah mencuri start dengan membeli vaksin Pfizer dan Moderna.

Vaksin kolaborasi buatan AS dan Jerman Pfizer-BioNTech, serta vaksin buatan AS Moderna menjadi dua yang saat ini unggul di antara lainnya.

"Perkembangan ini dapat dilihat dari negara mana saja yang beruntung mendapat membeli vaksin Pfizer-Biontech dan Moderna untuk vaksinasi rakyatnya," kata Teddy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/12).

Perkembangan teknologi dan diplomasi sendiri, menurut Teddy menjadi penentu suatu negara dapat membeli vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Untuk itu, ia menggarisbawahi tidak boleh adanya tindakan korupsi dalam pengadaan vaksin. Terlebih Presiden Joko Widodo sendiri sudah mengumumkan gratisnya vaksin di tanah air.

"(Agar) rakyat segera dapat divaksinasi untuk menghindarkan dari infeksi virus corona," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA