“Jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta mengalami penurunan dengan
load factor pesawat diperkirakan juga tidak lebih dari 50% seiring dengan PSBB yang memang dipatuhi warga Jakarta,†ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin lewat keterangan tertulisnya, Senin (13/4).
Pergerakan pesawat di Soekarno-Hatta pada 10 April tercatat 328 pergerakan atau turun 3,24% dibandingkan dengan 9 April sebanyak 339 pergerakan pesawat. Kemudian pada 11 April, jumlah pergerakan pesawat adalah 253 atau turun 22,86% dibanding hari sebelumnya.
Sama dengan Soekarno-Hatta, penurunan penerbangan juga terjadi di Halim Perdanakusuma. Pada 10 April tercatat 75 pergerakan pesawat atau turun 20,21% dibandingkan dengan 9 April yang sebanyak 95 pergerakan.
Pada 11 April di Halim Perdanakusuma terdapat 53 pergerakan pesawat atau turun 29,33% dibandingkan dengan 10 April.
“Penerbangan memang mengalami penurunan, namun di sisi lain hal ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seiring dengan berlakunya PSBB,†jelasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin menuturkan bahwa operasional penerbangan yang masih terlihat sedikit bergairah adalah penerbangan kargo.
“Penerbangan kargo dibutuhkan untuk mengangkut alat-alat medis dan berbagai bantuan. Untuk hari ini ada 3 penerbangan kargo di Soekarno-Hatta,†bebernya.
Adapun saat ini PT Angkasa Pura II telah menetapkan stasus minimum operation di Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. Artinya, dilakukan penyesuaian pola operasional dengan optimalisasi fasilitas sesuai dengan lalu lintas pesawat dan penumpang pesawat.
Status minimum operation juga membuat personel operasional di bandara dapat menerapkan konsep kerja dari rumah sehingga menurunkan risiko terpapar Covid-19.
BERITA TERKAIT: