PSBB Akan Sia-sia Karena Perbatasan Wilayah Tidak Dijaga 24 Jam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 13 April 2020, 12:22 WIB
PSBB Akan Sia-sia Karena Perbatasan Wilayah Tidak Dijaga 24 Jam
Foto:Net
rmol news logo Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dianggap hanya sia-sia lantaran peran dari petugas yang melakukan pengecekan di perbatasan wilayah tidak optimal.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam merespons adanya beberapa jalan di perbatasan wilayah dengan DKI Jakarta tidak adanya pemeriksaan. Selaginya ada pun tidak optimal berjaga selama 24 jam meskipun petugas selalu bergantian untuk istirahat.

"Aparat juga bingung sekaligus juga takut terkena Covid-19. Makanya mereka tidak mungkin 100 persen seharian ada di jalanan. Karena aparat juga tidak kebal terhadap corona," ucap Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (13/4).

Ketidakoptimalnya petugas di lapangan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan keluar masuk ke wilayah yang berlaku PSBB dikarenakan memiliki beban pekerjaan yang banyak.

"Aparat kepolisian sekarang menjadi dobel job selain aparat penegak hukum juga pencegah penyebaran Covid-19. Tentu tidak akan optimal, karena kenyataannya mereka juga tidak 24 jam menjaga perbatasan wilayah," jelas Saiful.

"Pada akhirnya sama-sama tidak optimal, penegakkan hukum mandeg, penyebaran Covid-19 tetap massif seperti data saat ini," sambung dia.

Meski demikian, Saiful tidak bosan-bosan mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan karantina wilayah agar adanya kepastian Covid-19 akan segera hilang.

"Sehingga saya tetap menyarankan karantina wilayah saja untuk menghindari penyebaran Covid-19," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA