Kabar itu langsung beredar dikalangan warga Tambun Selatan dan Cibitung pada hari ini Jumat (27/3).
Bahkan, warga di dua kecamatan tersebut langsung berbondong-bondong menyiapkan bahan pokok seperti makanan dan kebutuhan rumah tangga untuk mempersiapkan
lockdown yang dikabarkan mulai awal April nanti.
Jurubicara Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah menyebut kabar yang beredar di kalangan warga dua Kecamatan tersebut merupakan kabar yang tidak benar alias hoax.
"Tidak betul (Tambun Selatan dan Cibitung di
lockdown). Hoax," ucap Alamsyah kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (27/3).
Menurut Alamsyah, Pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya Gugus Tugas saat ini tengah menganalisa situasi untuk melakukan pendamping terhadap orang dalam pemantauan (ODP) yang diisolasi.
"Yang ada gugus tugas menganalisa situasi dan menyimpulkan kita bergerak pendampingan ODP yang diisolasi dengan menyiapkan kebutuhannya seperti pangan, bahan sanitasi dan lain-lain," jelasnya.
Kabar yang beredar, dua kecamatan yakni Tambun Selatan dan Cibitung akan di
lockdown lantaran terdapat warga yang positif Covid-19. Bahkan, kedua kecamatan itu akan di
lockdown dikarenakan merupakan zona merah penyebaran Covid-19.