"Coba kalau dulu di Indonesia ini tak ada bahasa Melayu Riau, pasti sulit sekali kita menyatukan bangsa ini," ujar Ketua Umum ICMI Pusat, Jimly Asshiddiqie, saat melatik Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Riau di Gedung Daerah Pauh Janggi Gubernuran Pekanbaru Selasa (17/3).
"Untung ada bahasa Melayu yang kemudian menjadi bahasa nasional. Makanya Riau punya peran besar untuk peradaban Indonesia ke depan. Apalagi Riau indentik dengan Islam," katanya menambahkan.
Menurut Jimly, peranan orang Melayu Riau di Indonesia, tak bisa dipungkiri sebagai wadah pemersatu bangsa. Semestinya, Riau bisa menjadi laboratorium kebudayaan Melayu.
"Makanya saya berharap kepada Gubri, untuk membangun sinergi bersama bagi kemajuan daerah Riau. Saya yakin, jika ICMI bersama Gubernur bergerak memajukan Riau, daerah ini akan lebih cepat maju," tegasnya.
Acara pelantikan ini, dihadiri oleh Gubernur Riau, Syamsuar; Sekretaris Daerah, Yan Prana Jaya; sejumlah anggota Forkompinda, undangan dan Ketua ICMI Riau Alaidin Koto beserta keluarga besar ICMI.
Di antara pengurus ICMI Riau yang dilantik, salah satunya adalah Dheni Kurnia sebagai salah seorang penasehat ICMI Riau.
Dheni Kurnia yang juga Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau menyebutkan, bahwa pelantikan berjalan khidmat walaupun digealar di bawah bayang-bayang virus corona.
"Pelantikan ini tetap dilaksanakan meski ada perintah dari Gubernur Riau untuk tidak melakukan kegiatan berkumpul secara bersamaan, selama dua pekan ke depan. Hal ini karena jadwal pelatikan ICMI ini sudah dirancang jauh-jauh hari," ujar Dheni.
Alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Sumatera Barat ini, menjelaskan bahwa pelantikan diadakan di Gedung Daerah yang hanya dihadiri undangan khusus saja.
"Yang penting, pelantikan berjalan lancar dan khidmat," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: