Menurutnya, kebijakan atau program yang saat ini tengah berjalan terutama terkait banjir dan kemacetan adalah sesuatu yang tidak mudah, perlu pemetaan yang kongkrit sehingga setiap kebijakan dapat berjalan dengan baik.
"Membuat pekerjaan tidak bisa seperti membalikan tangan, perlu waktu, jadi sabar dan perlu pemetaan yang kongkrit sehingga berjalan dengan baik," ujarnya saat ditemui di Rumah Dinas Sandiaga, Jalan Denpasar Raya, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12).
Ulama sepuh Jakarta ini juga menyebutkan, pihak FUHAB saat ini hanya bisa memberikan masukan-masukan terkait kepentingan rakyat.
"Ya kami cuman saling beri dan memberi, Pak Gubernur atau Pak Wakil Gubernur memberikan masukan, kami memberikan masukan. Itu kami cuman memberikan masukan tentang kepentingan-kepentingan rakyat," kata KH. Syukron Makmun, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta itu.
Dalam silaturahmi itu turut hadir Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, KH. Munahar Mucthar, H. Nuri Tahir, H. Madar Syahid, H. Madar Syahid, Habib Abdullah, H. Efendi Yusuf, H. Edy Nala Praya, KH. Adi Mansyur, H. Hamdani, Kepala Biro Bintal, KH. Yusuf Aman, dan KH. Nursasih.
[rus]
BERITA TERKAIT: