Usai Terkena Gempa, NU Care-Lazisnu Renovasi Pesantren Al-Furqan Aceh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 29 Desember 2017, 17:36 WIB
Usai Terkena Gempa, NU Care-Lazisnu Renovasi Pesantren Al-Furqan Aceh
NU Care-Lazisnu di Pidie/RMOL
rmol news logo Bencana gempa yang terjadi tahun 2016 silam menimbulkan kerusakan pada sekitar 82 gedung sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Nangroe Aceh Darusalam.

Tahun ini, NU Care-LAZISNU membangun dua ruang kelas baru dan renovasi satu ruang kelas yang rusak di sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni Pesantren (Ma'had) Al Furqan di Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh.

Direktur NU Care-LAZISNU, Syamsul Huda memamaparkan bantuan pembangunan ruang kelas dan renovasi sudah berlangsung sejak Mei hingga November 2017.

Ia menambahkan bantuan untuk warga Pidie Aceh merupakan program yang diamatkan oleh NU melalui Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.

“Tiada yang lebih baik kecuali berbagi dan melakukan hal yang bermanfaat. Kami menyampaikan salam dari Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil siroj untuk pengurus Ma'had Al-Furqan dan seluruh warga Pidie Jaya," ujar Syamsul usai serah terima bantuan, Jumat (29/12).

Pembangunan ini kata Syamsul merupakan hasil kerja sama penggalangan dana yang dilakukan NU Care-LAZISNU dan Bank Central Asia (BCA).

Robert Siahaan, Kepala KCU BCA Lhoukseumawe, mengatakan per bulan Maret 2017, bantuan yang berhasil dikumpulkan NU Care-LAZISNU sekitar Rp 630 juta. BCA, kata dia, berpartisipasi menambahkan sebesar Rp 120 juta sehingga total menjadi Rp 750 juta.

“Donasi NU Care-LAZISNU dan BCA senilai Rp 750 juta inilah yang dapat membangun ruang pendidikan di Pesantren Dayah Ma’had Al-Furqan yang dapat kita resmikan hari ini,” kata Robert.

Pengurus Ma'had Al Furqan, Tengku H Sulaiman M Thalib memaparkan tahun ini terdapat 126 siswa untuk pendidikan formal setingkat MI. Ruangan yang tersedia selama ini hanya cukup untuk proses belajar kelas 1-4. Dua kelas lainnya belajar di kelas darurat.

Ruang kelas baru tersebut, imbuh dia, mulai dimanfaatkan 2 Januari 2018.  Ma’had Al-Furqan juga melayani pendidikan nonformal yakni majelis talim dan pondok pesantren. Terdapat sedikitnya 56 santri yang mengikuti pendidikan pesantren. Sementara majelis talim diikuti masyarakat sekitar.

“Bantuan ini tentu sudah sangat membantu anak-anak untuk bisa kembali bersekolah dengan nyaman dan aman," demikian Sulaiman. [san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA