Pemecahan rekor Muri sekaligus Lustrum XI FK Universitas Sriwijaya itu dibuka langsung Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.
Dikatakannya, saat perhelatan akbar itu nanti akan banyak atlet dan official tamu dari negara-negara peserta yang datang ke Palembang. Tentunya keberadaan tenaga medis seperti ini menurutnya sangat penting menunjang kelangsungan acara terutama jika terjadi insiden-insiden saat berlangsungnya pertandingan.
"Kita sangat berterima kasih panitia dari Fakultas Kedokteran menggagas pelatihan ini apalagi sampai memecahkan rekor Muri. Mereka ini karena akan menjadi garda terdepan menyukseskan pelaksanaan Asian Games. Jakarta belum malah kita lebih dulu. Biasa itu Sumsel selalu jadi pelopor terdepan," ujar pelopor berobat gratis tersebut.
Dijelaskan Alex, sekitar 2.000 peserta yang diberi pelatihan hidup dasar ini akan menjadi garda terdepan. Mereka ini yang akan bergerak melakukan pertolongan pertama bagi peserta dan tamu Asian Games jika terjadi hal-hal darurat.
"Mereka ini yang akan membawa ke pusat kesehatan terdekat karena mereka disebar ke venue-venue. Selain mereka ini ada juga volunteer sebanyak 600 mahasiswa Poltekpar," katanya.
Sebagai tuan rumah Asian Games, saat ini diakuinya berbagai persiapan terus dilakukan. Seperti misalnya venue Bowling yang ditarget selesai Februari mendatang kemudian venue Shooting Range.
Sebagai satu-satunya provinsi yang paling banyak menyelenggarakan event olahraga kelas dunia, pengalaman Sumsel tak perlu diragukan lagi. Sebut saja misalnya PON 2004, SEA Games 2011, ISG 2013 dan Triathlon. Apalagi saat ini transportasi penunjang seperti LRT telah disiapkan dengan matang.
"Sejak beberapa tahun terakhir ada 38 event nasional yang sudah digelar di Jakabaring. Jadi pengalaman kita sudah banyak wajar kalau selain Jakarta kita yang terpilih jadi tuan rumah," ujar Alex.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemecahan Rekor Muri Pemberian Bantuan Hidup Dasar Zulkifli mengatakan, pelatihan digelar dalam rangka road show menyambut Asian Games tahun depan. Dari 1.818 peserta yang ditargetkan ikut pelatihan over melebihi 1.900 orang.
"Target 1.818 itu sebenarnya kita sesuaikan dengan waktu penyelenggaraan Asian Games Agustus 2018 mendatang. Kita bersyukur karena pesertanya lebih malah terakhir 1.901 peserta," jelasnya.
Para peserta, lanjut Zulkifli, dilatih bantuan-bantuan medis dasar untuk melakukan pertolongan pertama. Sehingga nantinya para peserta ini dapat melakukan serangkaian usaha awal untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas atau henti jantung.
"Misalnya pelatihan resusitasi jantung dengan AED. Alatnya kita siapkan sekitar 117 lebih. Kita akan latih juga bagaimana memberi bantuan untuk shock jantung," imbuh kepala Departemen Anestesi RSMH tersebut.
[wah]