Terhitung, penyidik senior KPK yang kerap menggarap kasus korupsi kakap itu sudah lima kali mengalami serangan.
Hal itu disampaikan oleh sepupu Novel yang juga Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, usai menjeguk di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4).
Pertama, serangan diperoleh Novel saat motornya ditabrak dengan sengaja oleh orang tak dikenal. Kedua, saat ia diproses ketika di Lantas. Ketiga, ditersangkakan atau dikriminalisasi. Keempat, mobilnya ditabrak orang tak dikenal. Kelima, kejadian hari ini, yakni disiram dengan air keras.
"Jadi kita berharap aparat keamanan untuk menuntaskan perkara ini karena ini penting sekali. Polisi, penyidik KPK, mereka yang mendapat ancaman-ancaman dalam menegakkan hukum. Mereka harus dilindungi, dan aparat keamanan, pemerintah
all out mencari tahu siapa, proses hukum, dan membuat kita semua percaya diri," kata Anies.
"Novel ini sudah kelima kali, bukan pertama kali. Kita-kita semua percaya, namanya menegakkan kebenaran melawan korupsi itu akan berhadapan dengan tantangan," imbuhnya.
Keluarga besarnya, lanjut Anies, sudah tidak terlalu terkejut dan aneh lagi melihat serangan kepada Novel. Keluarga Baswesdan menurutnya mendukung penuh langkah Novel yang bertarung dengan koruptor. Mereka bertekad untuk tidak kendur meneruskan tradisi orangtua mereka yang bertarung untuk Republik Indonesia.
"Sekarang kita bertarung mempertahankan Republik ini biar tetap bersih. Dia (Novel) berada di garis depan berhadapan dengan para koruptor. Kita semua sekeluarga mendukung, tahu bahwa Novel ini tangguh, kuat dan akan melewati ini semua," ujarnya.
Anies selama berada di dalam RS, mengatakan sempat berkumpul dengan keluarga Novel, seperti ibu dan istri Novel. Anies menguatkan kedua orang terdekat Novel tersebut.
"Ibunya, istri, kakak adik, semua hadir disitu. Semua dalam posisi siap menghadapi ini semua. Ini bukan barang baru. Tak gentar sedikit pun. Gak ada rasa sedih. Yang ada justru ini berarti merasa melakukan yang benar. Di Republik ini kita perlu banyak orang-orang yang berani seperti ini (Novel)," tegas Anies.
Ia juga menyampaikan, tidak ada satu anggota keluarganya pun yang takut meskipun menerima teror akibat perjuangan Novel.
"Kita kecewa, marah, atas peristiwa ini, tapi tidak gentar. Kita berharap Novel segera sembuh, meneruskan tugasnya, dan mari kita teruskan, perang melawan korupsi ini," tandas Anies.
[rus]