Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta, Hasbiyallah Ilyas saat menggelar kegiatan 'Jakarta Mengaji' di Lapangan Pejaten, Jakarta, kemarin.
"Jakarta patut berbangga karena setiap pekannya telah mengkhatamkan Alquran sebanyak 100 ribu kali. Ini tradisi Nahdlatul Ulama yang harus terus dilakukan," katanya.
Selain itu, untuk menghidupkan tradisi kultur ahlus sunnah wal jamaah ke seluruh antero pelosok Jakarta.
Hasbi melanjutkan, akhir-akhir ini Jakarta telah banyak dimasuki aliran-aliran yang menggerus pemikiran ahlus sunnah waljamaah. Bahkan, dengan mudahnya masyarakat mengkafirkan sesama muslim.
"Dengan Jakarta mengaji, Jakarta akan semakin sejuk, tenteram dan damai," ucapnya.
Sementara, tokoh PKB sekaligus kiai NU, KH Rosyadi menegaskan, Jakarta Mengaji merupakan rangkaian kegiatan DPW PKB DKI Jakarta dalam rangka melanjutkan tradisi Nusantara Mengaji.
"Para jamaah sangat antusias mengikuti acara 'Jakarta Mengaji' meski diguyur hujan. Ini bukti warga NU dan PKB tetap antusias mengikuti kegiatan pengajian," tuturnya.
Sedikitnya terdapat 3000 warga NU yang mengikuti acara Jakarta mengaji yang dipimpin langsung oleh KH Ahmad Rosidi dan Ahmad Wahid.
[wid]