Kepada jajaran PWI Pusat dan komunitas pers yang juga dihadiri ketua umumnya, Margiono, Sandi mengatakan dulu di awal-awal berjuang memperkenalkan diri kepada warga ibukota, Ahok masih sangat kuat dan
powerfull, seolah tidak ada tandingannya.
"Dulu kan dia sangat kuat, superman,
almost impossible untuk melawan dia," kata Sandi di PWI Pusat, Jakarta, Jumat (24/3).
Namun ia terus bersemangat dan fokus membawa tiga hal ke masyarakat. Tiga hal ini dikatakan Sandi paling menyentuh persoalan masyarakat, yakni pendidikan, lapangan pekerjaan dan biaya hidup.
Sejauh ini, Sandi telah melakukan blusukan di 1.300 titik di Jakarta, dan berhasil memecahkan Rekor MURI.
Kemudian, ternyata Sandiaga berhasil diusung oleh Partai Gerindra dan PKS bersama Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan serta menembus putaran kedua. Menurutnya capaiannya itu tak terlepas dari peran media yang terus memberitakan program-program yang mereka miliki.
"Tapi karena wartawan rajin meliput kami, pelan tapi pasti, akhirnya saya mendapat surat rekomendasi dari Gerindra dan menawarkan satu kepemimpinan alternatif," ungkapnya.
Sementara pasangannya, yakni Anies Baswedan ,mengkritik perkataan-perkataan Ahok yang dianggapnya semakin membuka jurang polarisasi di masyarakat. Misalnya, Ahok pernah mengatakan Pancasila belum akan sempurna jika Indonesia belum dipimpin oleh minoritas.
Anies mengkritik statement Ahok tersebut dengan kalimat bantahan yakni Pancasila akan sempurna jika telah tercapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
[rus]
BERITA TERKAIT: