Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.
Ancaman erupsi Sinabung sendiri sudah berlangung bertahun-tahun dan sampai sekarang memaksa lebih dari 9.000 jiwa mengungsi karena status gunung masih awas.
"Pembangunan infrastruktur membutuhkan biaya paling besar. Seperti pembangunan 100 Sabo Dam membutuhkan biaya Rp 1,1 triliun," ujar Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (23/9)
Sutopo menjelaskan, Sabo merupakan bangunan Dam atau bangunan dengan pelimpas yang dibangun untuk mencegah bahaya banjir lahar. Sabo Dam ini, lanjut Sutopo, untuk menahan 3 juta meter kubik material yang bisa meluncur ke bawah
Selain membangun Sabo Dam, pemerintah juga akan membangun sektor pemukiman senilai Rp 352 juta, infrastruktur Rp 1,6 triliun, sektor sosial Rp 204 juta, sektor ekonomi Rp 1,2 triliun, dan lintas sektor Rp 94 juta.
Secara keseluruhan penanganan dampak bencana erupsi Gunung Sinanbung membutuhkan biaya Rp 3.6 Triliun. Dana tersebut untuk membangun berbagai prioritas percepatan pembangunan di lima sektor dalam kurun waktu 2015 hingga 2017
"Mayoritas biaya tersebut akan ditanggung pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga tetap memberikan kontribusi anggaran," pungkas Sutopo.
[ald]
BERITA TERKAIT: