Salah mengambil keputusan bisa berakibat fatal, seperti yang banyak dibagikan oleh netizen di media sosial.
Pengalaman mereka menjadi pengingat penting, yakni jika memiliki riwayat gangguan pencernaan, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum sembarangan minum obat, termasuk sejumlah obat herbal yang sudah akrab di benak konsumen dan dianggap aman.
Menanggapi dilema publik,sejumlah ahli kesehatan memberikan peringatan tegas. Dokter Dimas Apriyanto melalui akun TikTok-nya
@dimas_alphiano menekankan pentingnya memahami kondisi lambung masing-masing.
“Herbal aman buat beberapa penderita asam lambung ringan, tapi kalau kamu punya GERD aktif, sebaiknya hati-hati. Herbal bukan berarti selalu aman untuk semua kondisi,” kata Dimas dikutip Kamis 12 Februari 2026.
Situs kesehatan terpercaya Halodoc, dalam artikel yang ditinjau oleh dr. Fauzan Azhari, juga menggarisbawahi bahwa beberapa kandungan dalam makanan atau obat termasuk yang herbal dapat memicu naiknya asam lambung.
Peppermint, misalnya, yang sering dianggap menenangkan, justru dapat melemaskan katup kerongkongan dan memperburuk GERD.
Berdasarkan pengalaman netizen dan saran ahli, berikut adalah checklist yang harus diperhatikan jika memiliki riwayat GERD/maag:
1. Kenali gejala anda. Apakah ini hanya kembung biasa, atau disertai rasa panas di dada (heartburn), mulut terasa asam, dan sering bersendawa? Menurut Halodoc, tiga gejala terakhir adalah ciri khas GERD yang tidak boleh diabaikan.
2.Cek kandungan obat/minuman. Hindari produk yang mengandung peppermint, jahe dalam jumlah besar, atau bahan lain yang bersifat asam atau pedas.
3. Perhatikan waktu konsumsi. Jangan minum obat atau minuman herbal dalam keadaan perut kosong. Hal ini dapat memicu iritasi dan meningkatkan produksi asam lambung.
4. Evaluasi gaya hidup. Apakah Anda baru saja mengonsumsi makanan berlemak, pedas, atau minum kopi? Apakah Anda langsung berbaring setelah makan? Halodoc menyebutkan bahwa faktor-faktor ini adalah pemicu utama naiknya asam lambung.
5. Jangan ragu ke dokter. Jika keluhan tidak membaik atau justru memburuk, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Ingat, diagnosis mandiri bisa berakibat fatal.
BERITA TERKAIT: