Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 13 Oktober 2026, 17:41 WIB
Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya
Peter Surya Wijaya
Kecil Besar
rmol news logo Eksekutif produser film Ghosthing, Peter Surya Wijaya, berbagi pandangannya mengenai proses kreatif di industri perfilman. Melalui rumah produksi Imperial Pictures, Peter sebelumnya turut mendukung sejumlah karya seperti Kromoleo dan Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia.

Dalam produksi terbarunya ini, ia kembali duduk sebagai eksekutif produser bersama produser Hartawan Triguna dan sutradara Arie Aziz. Menurut Peter, daya tarik utama sebuah film terletak pada kemampuannya membangun keterlibatan emosional dengan penonton.

"Daya tarik film bagi saya adalah kemampuannya membuat orang ikut merasakan sebuah cerita. Ada yang pulang sambil tertawa, ada yang masih memikirkan tokohnya setelah beberapa hari," ujar Peter,  Di sela gala premiere film Ghosthing di Senayan City XXI, Jakarta Selatan, dikutip Selasa 13 Oktober 2026.

Dalam memilih proyek, ia selalu mempertimbangkan kekuatan premis, kejelasan target penonton, serta kesiapan tim kreatif. Pendekatan tersebut tecermin dalam Ghosthing, film horor komedi yang mempertemukan karakter Alfian (Baskara Mahendra), seorang perias jenazah, dengan Maya (Yasamin Jasem), arwah seorang influencer. Perpaduan unsur ketegangan dan komedi menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga antusiasme penonton hingga akhir cerita.

Sebagai eksekutif produser, Peter menilai perannya tidak hanya sebatas mendukung pendanaan, tetapi juga memberikan ruang dan kepercayaan kepada sutradara, pemain, serta kru untuk mengembangkan keahlian mereka. Perencanaan yang matang sejak awal dinilai krusial agar gagasan kreatif dapat terwujud secara utuh.

Peter melihat respons penonton sebagai bagian penting dari proses pembelajaran jangka panjang untuk membangun konsistensi karya berikutnya bersama Imperial Pictures.

"Kepercayaan penonton dibangun dari film ke film. Setiap karya perlu dikerjakan dengan sungguh-sungguh, lalu kami harus mau mendengar responsnya," tutup Peter.

Film produksi Imperial Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA