Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara acak ke arah warga di pusat kota sebelum akhirnya ditembak dan ditangkap aparat kepolisian.
Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski mengatakan pelaku diduga terpengaruh ideologi sayap kanan ekstrem. Dugaan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat keamanan.
"Semuanya mengarah pada fakta bahwa pelaku penembakan dipengaruhi oleh ideologi sayap kanan, sebuah hal yang juga akan diselidiki," kata Kierwinski dalam konferensi pers, dikutip dari
Reuters.
Otoritas Polandia menyebut enam korban meninggal terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Sebanyak 17 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua anggota kepolisian dan pelaku.
Salah satu korban tewas yang telah teridentifikasi merupakan warga negara Inggris. Sementara itu, lima warga negara asing yang terluka berasal dari Austria, Jerman, Portugal, Rusia, dan Inggris.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengungkapkan, tiga jenazah lainnya yang terdiri dari dua perempuan dan seorang laki-laki ditemukan di rumah pelaku di Ostrowiec Swietokrzyski, sekitar 200 kilometer sebelah utara Krakow.
Tusk mengatakan terdapat indikasi kuat bahwa ketiga korban merupakan anggota keluarga dekat pelaku. Aparat bahkan menggunakan pesawat nirawak untuk memeriksa rumah tersebut karena diduga terdapat banyak persenjataan di dalamnya.
Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai warga negara Polandia berusia 24 tahun. Juru bicara kepolisian Katarzyna Cislo mengatakan pelaku mengenakan pakaian menyerupai seragam militer dan menggunakan senjata militer. Sejumlah senjata dan amunisi juga ditemukan di dalam kendaraannya.
Sementara itu, juru bicara kepolisian Andrzej Fijolek menyebut pelaku menggunakan senapan AR-15 dan memiliki izin kepemilikan senjata api.
Polisi dilaporkan melepaskan tembakan ke arah pelaku hanya tiga menit setelah menerima laporan penyerangan.
Sementara itu, Presiden Polandia Karol Nawrocki menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka serta menetapkan masa berkabung nasional pada 8-9 November 2026.
BERITA TERKAIT: