SoftBank Siap Gelontorkan 50 Miliar Dolar AS untuk Proyek AI Malaysia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 26 Oktober 2026, 14:32 WIB
SoftBank Siap Gelontorkan 50 Miliar Dolar AS untuk Proyek AI Malaysia
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo SoftBank Group berencana menggelontorkan investasi 50 miliar Dolar AS (sekitar Rp906 triliun) di Malaysia untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan teknologi baru.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, CEO SoftBank Masayoshi Son telah memilih sejumlah lokasi untuk investasi tersebut, yakni Kuching di Sarawak dan wilayah Semenanjung Malaysia. Pernyataan itu disampaikan Anwar setelah melakukan konferensi video dengan Son pada pekan lalu.

“Dia mengatakan telah memilih Sarawak - Kuching - dan Semenanjung Malaysia untuk memperluas investasi yang akan menjadi salah satu investasi terbesar di kawasan ini, senilai US$50 miliar,” kata Anwar dalam pidatonya di Malaka pada Sabtu, dikutip dari Japan Times, Senin 26 Oktober 2026.

Anwar menambahkan bahwa investasi tersebut akan berfokus pada tiga bidang utama. 

“Di bidang apa? Kecerdasan buatan, teknologi baru, dan pusat data,” ujarnya.

Menurut Anwar, investasi itu berpotensi menciptakan peluang kerja baru dengan kualitas yang lebih baik, terutama bagi generasi muda. Ia juga menilai kepercayaan terhadap pemerintah dan stabilitas politik menjadi faktor penting yang membantu Malaysia menarik investasi teknologi berskala besar.

Ekspansi ke Malaysia akan menambah portofolio proyek infrastruktur AI SoftBank di berbagai negara. Perusahaan tersebut terlibat dalam proyek pusat data senilai 500 miliar Dolar AS di Ohio, Amerika Serikat, serta proyek di Prancis yang diperkirakan menelan biaya hingga 75 miliar Euro atau sekitar 84 miliar Dolar AS. Di Jepang, unit telekomunikasi SoftBank juga tengah membangun pusat data di Hokkaido dan Sakai, Prefektur Osaka.

Malaysia sebelumnya telah menarik investasi besar dari sejumlah perusahaan teknologi global. Google mengumumkan investasi 2 miliar Dolar AS pada 2024, Microsoft menggelontorkan komitmen 2,2 miliar Dolar AS untuk infrastruktur cloud dan AI, sedangkan Amazon Web Services berencana menginvestasikan 6,2 miliar Dolar AS hingga 2038. Menurut Otoritas Pengembangan Investasi Malaysia, investasi terkait pusat data mencapai 385,7 miliar Ringgit atau sekitar 94 miliar Dolar AS selama 2021 hingga semester I-2026.

Pemerintah Malaysia kini berupaya memastikan pertumbuhan industri pusat data memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian domestik. Anwar menekankan pentingnya memperkuat kemampuan di bidang AI, digitalisasi, semikonduktor, dan keterampilan tenaga kerja agar Malaysia dapat beralih dari aktivitas teknologi di tahap belakang (back-end) ke pengembangan teknologi bernilai tambah lebih tinggi di tahap depan (front-end).rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA