"Perang yang sedang berlangsung telah mengubah segalanya. Kita harus mengakui bahwa realitas baru telah muncul,” kata Araghchi dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Iran dikutip dari Press TV, Senin, 26 Oktober 2026.
Dia secara khusus menyoroti masa depan Selat Hormuz yang menjadi titik perselisihan antara Teheran dan Washington. Menurutnya, jalur pelayaran serta mekanisme pengelolaan selat tersebut tidak akan lagi sama seperti sebelum perang.
“Rute pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan sama seperti sebelumnya, dan selat tersebut juga tidak akan dikelola seperti di masa lalu,” ujarnya.
Meski menegaskan adanya perubahan dalam tata kelola keamanan kawasan, Araghchi menyatakan Iran terbuka terhadap inisiatif pengamanan yang dirancang oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.
Perselisihan Iran dan AS terkait pengelolaan Selat Hormuz terus berlanjut sejak perang yang melibatkan AS dan Israel dimulai pada Februari 2026.
Iran bersikeras mempertahankan kewenangannya dalam mengatur pelayaran di selat tersebut, sementara Washington menuntut navigasi tanpa hambatan.
Kedua negara sempat menandatangani kesepakatan sementara pada Juni 2026 untuk menyelesaikan konflik. Namun, perundingan diplomatik dilaporkan mengalami kebuntuan di tengah meningkatnya ketegangan.
Perbedaan sikap mengenai Selat Hormuz pun masih menjadi salah satu persoalan utama yang membayangi hubungan Teheran dan Washington.
BERITA TERKAIT: