Pembahasan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi lewat panggilan telepon pada Sabtu (6/11), seperti dikutip
Anadolu Agency.
Dalam kesepakatan tersebut, Amir-Abdollahian menekankan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak dapat melanjutkan kebijakan tekanan maksimumnya yang gagal terhadap Iran saat memasuki negosiasi untuk mencapai kesepakatan.
Ia juga menyoroti kerjasama Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dengan menegaskannya akan terus berlanjut.
Awal pekan ini, Iran dan Uni Eropa mengumumkan akan melanjutkan kesepakatan pada 29 November.
Seorang jurubicara badan nuklir Iran, Behruz Kamalvandi, mengatakan negara itu telah mengumpulkan 25 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen, dan lebih dari 210 kilogram uranium yang diperkaya hingga 20 persen.
IAEA belum memverifikasi angka-angka itu tetapi pada bulan September mengkonfirmasi stok uranium Iran yang diperkaya dengan kemurnian 60 persen mencapai 10 kilogram dan uranium yang diperkaya 20 persen mencapai 84,3 kilogram.
Selain itu, menteri luar negeri Iran juga berterima kasih kepada Wang karena mengirim 120 juta dosis vaksin virus corona ke Iran.
BERITA TERKAIT: