Informasi tersebut dikonfirmasi pihak Kremlin pada Kamis (19/8) waktu Moskow.
"Perkembangan terakhir di Kabul adalah salah satu poin utama dari percakapan telepon antara Putin dan Macron," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari RT, Jumat (20/8).
Dikatakan kedua pemimpin sepakat untuk memberikan keamanan kepada Afghanistan dan fokus pada masalah kemanusiaan yang mendesak.
Rusia dan Prancis juga mengatakan mereka siap untuk bekerja sama, termasuk di dalam Dewan Keamanan PBB dan kelompok G20, untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.
Selain fokus pada Afghanistan pasca pendudukan Taliban, Putin dan Macron juga membahas program nuklir Iran dan mendukung gagasan dimulainya kembali pembicaraan di Wina dengan cepat yang bertujuan untuk membuat semua pihak dalam kesepakatan nuklir 2015 memenuhi komitmen mereka.
Presiden Rusia juga memberi tahu Macron tentang situasi di wilayah Nagorno-Karabakh menyusul konflik tahun lalu antara Armenia dan Azerbaijan.
"Situasi di daerah itu tetap stabil dan langkah-langkah sedang dilakukan untuk memulihkan hubungan ekonomi lokal dan jaringan transportasi," kata Kremlin.
Selain itu kedua pemimpin juga membahas Ukraina dan sekali lagi menggarisbawahi pentingnya menerapkan perjanjian Minsk.
Tak jauh dengan percakapannya bersamam Macron, Afghanistan juga menjadi titik fokus diskusi Putin dengan Draghi. Keduanya sepakat bahwa situasi yang berkembang di Afghanistan harus dicegah agar tidak tergelincir ke arah bencana kemanusiaan.
Dua percakapan itu terjadi hanya sehari setelah pemimpin Rusia itu membahas situasi di Afghanistan dengan presiden Iran dan Tajikistan.
Bahasan serupa mengenai masalah Afghanistan juga diperkirakan bakal jadi pembahasan saat kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Moskow, yang diperkirakan akan berlangsung pada Jumat (20/8) waktu setempat.
BERITA TERKAIT: