Vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia itu diberi nama "Sputnik V". Vaksin tersebut telah mendapat lampu hijau dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan dan saat ini sedang masuk ke tahap pendaftaran.
CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev menjelaskan bahwa sebanyak 20 negara dari kawasan Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia telah meminta dosis vaksin virus corona buatan Rusia tersebut dengan total satu miliar dosis.
"Bersama mitra luar negeri, kami siap memproduksi lebih dari 500 juta dosis vaksin per tahun," jelas Dmitriev, seperti dilansir
Russia Today.
Dia menjelaskan bahwa semua vaksin yang diproduksi di Rusia akan digunakan di dalam negeri. Sedangkan dosis vaksin yang digunakan untuk negara lain akan dibuat di luar negeri.
Dmitriev menambahkan, RDIF saat ini juga sedang mengerjakan program bantuan kemanusiaan untuk negara berkembang, dengan tujuan menyediakan vaksin Covid-19 di negara-negara yang tidak mampu membuat atau membeli sendiri.
Menurutnya, orang di seluruh dunia harus memiliki akses yang sama ke vaksin, terlepas dari situasi keuangan mereka
Sebelumnya Putin mengumumkan bahwa negara tersebut telah mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia. Vaksin Sputnik V tersebut akan segera diproduksi massal, dan akan tersedia untuk masyarakat umum mulai Januari 2021.
Akan tetapi, meskipun telah terdaftar, vaksin tersebut masih akan melalui uji klinis lebih lanjut di Rusia dan Timur Tengah.
BERITA TERKAIT: