"(Kim Jong Un) mengatakan bahwa hubungan antara dia dan Presiden Trump adalah istimewa beberapa hari yang lalu," begitu kabar yang dimuat kantor berita Korea Utara
KCNA (Kamis, 24/10).
Dalam kabar yang sama, Penasihat Kementerian Luar Negeri Korea Utara Kim Kye Gwan menilai bahwa pernyataan Kim adalah bentuk optimisme masa depan hubungan kedua negara.
"Saya dengan tulus berharap bahwa kekuatan motif untuk mengatasi semua hambatan antara Korea Utara dan Amerika Serikat untuk memajukan hubungan bilateral ke arah yang lebih baik akan diberikan atas dasar hubungan dekat," ujarnya.
Dikabarkan
Channel News Asia, pernyataan itu muncul setelah Korea Utara awal bulan ini menghentikan pembicaraan tingkat kerja dengan Amerika Serikat di Swedia.
Hal itu mendorong negosiasi denuklirisasi kembali ke jurang ketidakpastian.
Korea Utara telah menyalahkan Amerika Serikat atas gagalnya pembicaraan itu dengan mengatakan negosiator Amerika Serikat tidak mau menanggalkan sudut pandang dan sikap lama mereka terhadap Korea Utara.