Prayuth menegaskan bahwa tindakan yang dilakukannya adalah untuk mengakhiri ketidakstabilan politik yang terjadi sebelumnya.
Diketahui bahwa ia kebanjiran kritik karena sejak memimpinm banyak aktivitas dan pertemuan politik yang dilarang.
"Mereka yang membangkitkan HAM dan demokrasi, melihat apa yang terjadi di masa lalu," kata Prayuth dalam pidatonya di Bangkok Government House (Kamis, 15/9).
"Setiap negara telah melalui masa-masa sulit. Kami hanya sedikit terlambat. Jangan menyebut soal penyalahgunaan hak, Anda juga menyalahgunakan hak orang lain. Anda membuat masalah juga," tegasnya.
Negara dengan ekonomi terkuat kedua di Asia Tenggara itu secara perlahan mulai pulih pasca kudeta 2014.
Prayuth yang juga merupakan mantan panglima militer, mengatakan ia mengambil alih negara dalam upaya untuk menenangkan bulan krisis politik. Dia telah berulang kali mengatakan ia tidak ingin tetap berkuasa lebih lama dari 2017 ketika pemilihan umum diharapkan akan digelar.
[mel]
BERITA TERKAIT: