Raksasa teknologi negeri ginseng itu memastikan bahwa Galaxy Note 7s akan kembali akhir September ini pasca sejumlah insiden meledaknya baterai perangkat tersebut selama pengisian.
BBC memuat bahwa pembaruan perangkat lunak tersebut tampaknya dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan pelanggan.
Diketahui bahwa proses recall sekitar 2,5 juta perangkat Galaxy Note 7 dilakukan setelah ada kasus ledakan perangkat.
Di Brooklyn, seorang anak berusia 6 tahun mengalami luka bakar setelah perangkat Galaxy Note 7 miliknya meledak di tangannya.
Di Florida, seorang pria mengklaim bahwa Note 7 miliknya meledak saat tengah diisi daya di dalam mobil Jeep miliknya.
Seorang pakar industri di Canalys, Chirs Jones menjelaskan bahwa pembaruan yang dilakukan oleh Samsung tersebut akan sulit diterima oleh mayoritas konsumen.
"Sebagian besar pengguna akan ingin menyingkirkan perangkat sesegera mungkin," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: