Kecelakaan tersebut terjadi pada bulan Juli lalu di kota Taoyuan, Taiwan. Pada saat itu bus tengah membawa rombongan turis China.
Hasil penyelidikan mulanya menyimpulkan bahwa kecelakaan terjadi akibat kegagalan mekanik. Namun investigasi lebih mendalam menemukan bahwa sang pengemudi bus, Su Ming-cheng tengah dalam kondisi mabuk saat mengendarai. Ia pun telah merencanakan untuk melakukan aksi bunuh diri.
Seperti dimuat BBC (Minggu, 11/8), sebelum kecelakaan terjadi, diketahui bahwa Su terlibat pertengkaran dengan pemandu wisata dan melakukan penyerangan seksual terhadap korban yang tak disebutkan namanya.
Jaksa menyebut bahwa ada dugaan kuat bahwa ia dalam kondisi mabuk dan depresi.
Pasalnya, beberapa saat sebelum kecelakaan, Su menuangkan bahan bakar di dalam bus dan memantik api. Ia kemudian membanting setir menabrak pembatas jalan.
Akibatnya seluruh penumpang di dalam bus tewas. Mereka termasuk sang supir, pemandu wisata dan 24 wisatawan.
Bukan hanya itu, penyelidikan menemukan bahwa pintu darurat terkunci sehingga korban tidak dapat melarikan diri. Selain itu dari ponsel Su juga ditemukan pesan teks dari kerabat yang menunjukkan bahwa mereka memohon pada Su untuk tidak bunuh diri.
[mel]
BERITA TERKAIT: