Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan baru soal penyebaran virus Zika.
WHO menyerukan agar siapapun yang baru kembali dari wilayah di mana virus Zika secara aktif menyebar diminta untuk tidak melakukan hubungan seks selama enam bulan.
Seruan baru tersebut merupakan perubahan dari rekomendasi sementara WHO tertanggal 7 Juni lalu yang menyebut bahwa hanya laki-laki yang memiliki jangka waktu penularan lebih pendek, setidaknya delapan minggu.
WHO menyebut bahwa perubahan didasarkan pada bukti-bukti dan temuan baru terkait penularan zika.
Hingga Agustus kemarin, penularan zika telah dilaporkan di 11 negara di dunia. Penularan utamanya terjadi melalui hubungan seksual.
Zika diketahui memiliki keterkaitan dengan kasus kelahiran bayi dengan keadaan microcephaly, yakni kondisi di mana bayi lahir dengan ukuran kepala kecil.